Waspada Pengidap Penyakit Kencing Manis Semakin Meningkat?

Penyakit gula atau lebih dikenal dengan penyakit kencing manis ( Diabetes Melitus) sudah sangat sering sekali terdengar di tengah masyarakat. Bahkan mungkin diantara mereka ada beberapa anggota keluarga yang sudah berumur mengidap penyakit tersebut. Menurut WHO diperkirakan pada tahun 2020, prevalensi pengidap penyakit kencing manis akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan masyarakat semakin dimanjakan atas moderinisasi jaman sehingga aktivitas fisik semakin terbatas didukung dengan perubahan pola makanan yang semakin westernisasi. Hal ini terlihat dengan makanan cepat saji yang semakin marak dan digemari pada semua kalangan masyarakat.

Pastinya, untuk memulai melakukan suatu perubahan, tentu dimulai dengan mengenali penyakitnya sendiri. Mulai dari apa sih sebenarnya penyakit kencing manis itu dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi? sehingga kita sudah mulai berfikir cerdas dan mulai dengan membentuk tindakan pencegahan bagi yang belum terjadi dan perawatan intensif untuk mengindari komplikasi bagi yang telah mengidap penyakit ini.

  • Apa itu Penyakit Kencing Manis ( Diabetes Melitus)?  Penyakit DM ini adalah suatu penyakit kelompok metabolik dengan karakteristik hiperglikemia ( Kondisi dimana kadar gula didarah tinggi)  yang terjadi dikarenakan adanya 1. Kelainan pengeluaran hormon insulin (yang berfungsi sebagai kendali gula di darah) 2. Masalah pada kerja hormon insulin. 3 Bisa terjadi karena kombinasi kedua – duanya.

  • Apa aja gejala penyakit kencing manis ( DM)? untuk menyatakan seseorang terkena penyakit kencing manis harus ada tiga gejala klasik (3p) 1. Polifagi (mengeluhkan sering lapar) 2. Poliuri ( mengeluhkan sering kencing) 3. Polidipsi (mengeluhkan sering haus), ditambah dengan beberapa keluhan lain seperti badan lemas, mata kabur, sering kesemutan dll. Selain gejala klasik DM diperlukan adanya pemeriksaan gula darah. Lebih baik untuk menilai gula darah saat keadaan puasa dan mengambil darah dari pembuluh darah yang besar.

Gejala Klasik DM + Pemeriksaan Kadar Gula Darah Puasa > 126 mgdl

                                            + Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu > 200 mg/dl

  • Kalau penyakit ini didiamkan saja, apa sih yang akan terjadi? Yang akan terjadi adalah komplikasi. Nah. Komplikasi penyakit ini banyak sekali ke organ tubuh. mulai dari pembuluh darah yang besar hingga kecil sampai ke organ – organ yang penting. Bisa ke mata (retinopati), Ginjal (nefropati), Otak, Sistem saraf tepi (neuropati ) dan banyak lagi.
  • Pengobatannya Bagaimana? Pengobatan penyakit kencing manis ini dikenal dengan 4 pilar pengobatan DM. 1. Pemberian Edukasi 2. Perencanaan Makanan (Terapi gizi) 3. Olah raga  4. Intervensi Farmakologis (Pengobatan)

           Pengobatan dimulai dari pemberian edukasi, perencanaan makanan dan olah raga. dari ketiga hal ini bila dikelola dengan baik, sehingga diharapkan dapat mengontrol kadar gula darah ditubuh. Bila setelah ketiga hal ini dijalani dengan baik namun belum memberikan hasil kadar gula darah yang terkontrol, disinilah tempat diberikannya terapi farmakologis untuk DM (obat DM)

Mari kita bahas satu – satu ya,

  1. Pemberian Edukasi. Edukasi ini sangat penting. Harapannya bahwa pada orang yang telah dinyatakan terkena penyakit ini, agar memahami penyakit dengan baik, memahami tujuan pengobatan dengan tolak ukur terkontrolnya kadar gula darah.
  2. Perencanaan Makanan. Untuk perencanaan makanan bagi diabetik, sebaiknya dilakukan oleh ahli gizi. Karena pada prinsipnya adalah makanan seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing – masing individu. Sehingga diperlukannya perhitungan berapa kebutuhan kalori per hari setiap individu. Dalam memulai melakukan perhitungan kebutuhan kalori individu. Tentunya harus terlebih dahulu mengetahui status nutrisinya. Status nutrisi dapat dihitung dengan rumus IMT ( Indeks Massa Tubuh ) :  BB (KG)/ TB (M)2      Bila hasil 18.5 – 22.9 (BB dalam keadaan Normal) Bila kurang termasuk pada BB kurang, Bila lebih termasuk BB Berlebih. Perhitungan BBI (Berat Badan Ideal) : 90 % x (TB (cm) – 100) x 1 kg. Barulah kita melakukan perhitungan kalori yang ditentukan oleh faktor umur, jenis kelamin dan aktifitas fisiknya. Mau lebih detail lagi ? biasanya di beberapa rumah sakit menyediakan katering atau layanan khusus untuk perencanaan makanan untuk diabetes. nah ini bisa digunakan dengan baik, atau langsung menemui ahli gizi itu lebih baik lagi? sehingga bisa mengatur makanan sendiri bukan? Yang perlu diingat adalah dalam pelaksanaannya, diet sehari – hari diabetisi ini harus mengikuti pola  3J. (Jumlah, Jenis dan Jadwal). Harus sesuai Jumlah kalorinya, Harus dipilih jenis makanan dengan indeks hiperglikemiknya yang rendah dan Harus dilakukan pemilihan jadwal makan.
  3. Olahraga. Prinsip latihan jasmani untuk diabetisi ini adalah jenis latihannya adalah aerobik ringan seperti jalan, senam, jogging. Frekuensinya teratur (3-5 kali dalam satu minggu), Intensitas Ringan – sedang (60-70% maksimal dari denyut nadi), Durasinya 30 – 60 menit.
  4. Terapi obat DM. Untuk terapi dari DM ini sangat banyak. yang harus diperhatikan adalah cara makan obat dan efek samping obat yang bisa ditangani.

Yuk. Mulai dari sekarang, perangi penyakit Kencing Manis dari sekarang.

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Waspada Pengidap Penyakit Kencing Manis Semakin Meningkat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s