Caranya Menilai Tumbuh Kembang Anak?

Assalamualaikum wrwb.

Alhamdulillah. Saya  masih diberi kesempatan untuk dapat menulis postingan di sela sela waktu jaga sore saya hari ini. Kali ini saya sedikit akan membagi informasi yang juga saya sampaikan pada suatu penyuluhan saat kader kader posyandu menyelenggarakan pemberian  vitamin A yang bertempat disekitar rumah sakit tempat saya bekerja. Mudah -mudahan tim RS Prof DR Tabrani Pekanbaru  beserta kader – kader posyandunya selalu kompak untuk terus dapat menyehatkan bangsa. 

Kali ini, Saya akan menyinggung mengenai tumbuh kembang. Tentunya tumbuh kembang anak sampai dewasa hingga meninggal dunia. Perlu banyak diketahui oleh ibu – ibu yang memiliki anak untuk terus memperhatikan tumbuh kembang sang anak. nah. Tumbuh kembang yang seperti apakah yang wajib dipantau dari sang anak?

Pelajari dulu konsepnya. Tumbuh Kembang berasal dari dua kata Tumbuh dan Kembang. Tumbuh (Pertumbuhan) merupakan bertambahnya sel sel di bagian tubuh. Sedangkan Kembang ( Perkembangan) merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai oleh sang anak sesuai dengan umurnya. Jadi konsepnya berbeda sehingga cara penilaiannya pun berbeda.

Mengapa ya kita harus mengenal dan mempelajari Tumbuh Kembang? karena hal ini diperlukan untuk dapat mendeteksi sesuatu yang tidak normal dan mampu mengetahui perkembangan fisik dari sang anak.

Lalu, Apakah saja yang dapat mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak? Banyak sekali yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak satu dengan yang lain. Makanya kita bisa melihat anak satu berbeda tumbuh dan kembangnya dari teman – teman sebayanya yang lain. Faktor ini terdiri dari faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah.

Faktor yang termasuk tidak dapat diubah adalah faktor keturunan yang terdiri dari jenis kelamin dan ras. Sedangkan untuk faktor yang dapat diubah terdiri dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yaitu Faktor kebudayaan, status ekonomi keluarga, nutrisi anak, penyimpangan, olah raga. Semua hal ini berpengaruh besar untuk mempengaruhi perjalanan tumbuh kembang anak. Faktor internal adalah faktor intelegensi, faktor hormon dan faktor emosi anak. Terkadang anak yang cenderung dapat mengendalikan emosinya dapat terlihat dari proses perkembangan psikologisnya yang cukup baik.

Pertumbuhan

Didalam pertumbuhan sendiri telah memiliki daurnya sendiri, artinya telah ada memiliki polanya tersendiri. Pada saat anak lahir sampai dengan umur 6 bulan proses pertumbuhannya sangat cepat, sampai dengan anak berumur 1 tahun sampai dengan 8 tahun hingga 12 tahun, proses pertumbuhan anak melambat dan stabil. Umur anak 12 tahun sampai dengan 18 tahun proses pertumbuhannya kembali cepat hingga anak berumur 18 tahun keatas proses pertumbuhan kembali dalam tahap tenang.

Contoh  Usia anak 4 bulan BB perkiraannya 2 x BBL (Berat Baru Lahir), Anak 1 tahun memiliki perkiraan BB 3 x BBL. Atau contoh lain adalah pertumbuhan gigi, pada anak yang berumur 9 bulan diperkirakan 3 buah gigi susu  sudah mulai tumbuh, sampai dengan anak berumur 2 sampai 2,5 tahun anak telah memiliki gigi susu sekitar 20 buah.

Perkembangan 

Perkembangan identik dengan pertambahan kemampuan. Adapun parameter yang wajib dinilai dari tingkat perkembangan anak menurut Denver Development Stress Test (DDST) ada 4 poin : 1. Tingkah Laku ( Personal Social)  2. Motorik Halus   3. Bahasa   4 Motorik kasar

Masih bingung contohnya? begini kita bahas per satu poin secara ringkas. Mudah mudahan dimengerti

  1. Tingkah laku (personal social). Tingkah laku disini bisa berupa dengan respon secara sosial dengan orang tuanya, saudara dan orang lain. Biasanya ibu paling bisa menilai tingkah laku anaknya secara cepat, apalagi anak sudah mulai bisa untuk berinteraksi dengan orangtuanya dan lingkungan sekitar.
  2. Motorik halus. Motorik halus lebih dikategorikan dengan respon mimik wajah saat diajak bermain, tersenyum,respon emosinya.
  3. Bahasa. Ini juga faktor yang sangat gampang untuk dinilai oleh sang ibu. Bahasa yang keluar dari mulut sang anak menjadi patokan perkembangan bicaranya.
  4. Motorik kasar. Motorik kasar merupakan pergerakan yang bersifat aktif. contoh anak bergerak aktif, duduk, sudah mulai merangkak, memukul, tepuk tangan dll

Nah. untuk memudahkan ibu -ibu mengevaluasi anaknya, disini saya paparkan tabel untuk tumbuh kembang yang disesuaikan dengan umur anak menurut Milestone.

milestone-chart-indian-babies-madhuriesingh

mari yuk dinilai dan dievaluasi sampai sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan sang anak? kalau ada masalah bisa langsung mengkonsultasikannya segera dengan dokter anak segera 🙂

16523714_10210663504855269_2119114901_o
Terimakasih untuk kesediaan waktu yang telah diberikan oleh Kader Kader Posyandu kepada tim RS PROF DR.Tabrani Pekanbaru
Advertisements

2 thoughts on “Caranya Menilai Tumbuh Kembang Anak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s