Ujian Syukur di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah…Masih diberikan kesempatan dan umur yang panjang untuk dapat merasakan kemeriahan Ramadhan untuk tahun ini.  Tepat pada tanggal 6 Juni 2016, seluruh umat islam di Indonesia memulai menjalankan ibadah puasa ramadhan termasuk saya dan keluarga. Saya dan keluarga menjalani ibadah puasa di tempat kelahiran saya, yaitu Pekanbaru. Asyiknya..

Segala puji bagi ALLAH tuhan semesta alam, yang memberikan kami limpahan rahmat sehingga kami sekeluarga bisa berkumpul dengan tidak berkurang sesuatu nikmat apapun. Kami berbuka dengan berbagai macam lauk pauk dan minuman yang segar membasahi tenggorokan ketika beduk adzan magrib berkumandang.

Saya yakin bahwa manusia diciptakan memiliki berbagai sisi yang berbeda, seperti kami yang dapat melihat berbagai macam makanan di atas meja makan namun tetap kekosongan hati kami tak bisa digantikan dengan apapun. Rindu kami akan sesosok adik kami tercinta yang selalu terbayang saat berbuka puasa tahun kemarin tak lagi dapat kami rasakan. Itulah perbedaan bulan Ramadhan tahun ini dengan bulan Ramadhan yang lalu. Kami kehilangan satu anggota keluarga yang sangat kami sayangi. Arif. Sesosok adik kecil yang kami cintai penuh dengan rasa sayang yang kini tak bisa menemani.

Inilah ujian terbesar kami terutama untuk ibunda. Tetesan air mata dan doa selalu terpanjatkan buat almarhum yang telah meninggalkan kami bulan November tahun silam. Arif dikenal sebagai sosok yang religius dengan umurnya terbilang muda (15 tahun), tidak pernah absen untuk sholat berjamaah, mengaji , seorang hafiz, perilaku dan tutur kata yang sopan membuat kami sekeluarga hampir tidak bisa merelakan kepergiannya.

Namun, apapun itu. Inilah takdir dan jalan yang harus ditempuh. Ujian dari semua rasa syukur kami di bulan Ramadhan tahun ini. Hampir tak terelakan untuk kesedihan ini kami melupakan nikmat ALLAH yang sungguh banyak menghampiri kami. Masya Allah takut menjadi kufur nikmat.. Naudzubillah..

Kuseka air mata saya, saya coba untuk menguatkan ibunda. Walau kekosongan menghampiri kelak percaya lah Arif akan selalu ada di pikiran dan hati kita. Terkadang sampai sekarang masih terbanyang ini hal yang mustahil namun mencoba berpikir realistis untuk menghadapinya itu jauh lebih baik.  Susah. Sangat susah.

Satu doa dan cita-cita saya yang selalu saya inginkan adalah berkumpul bahagia kembali satu keluarga di syurga ALLAH nanti. Amin..

IMG_5161
Yang selalu kami kenang dan kami sayangi, Adik kami tercinta Refrinaldi Arief Nurhidayat.

Semoga terkabul. Yuk mari mulai dari sekarang kerja keras dan mulai uswatun hasanah (berlomba-lomba dalam kebaikan)

-ndh-

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Ujian Syukur di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s