Sexual Child Abuse Class

Dear Blog Lovers!

Senang sekali rasanya bisa menulis lagi setelah beberapa hari vakum untuk menjalani rutinitas sehari – hari. Kali ini saya akan mengulas balik dari beberapa tema yang sedang hangat – hangatnya dibicarakan seantero Indonesia bahkan Dunia.

Bertepatan hari Sabtu yang lalu, saya beserta dua teman saya beruntung dapat menghadiri kelas yang diadakan oleh Akademi Berbagi (Akber) mengenai Kekerasan Seksual Pada Anak. Karena saya memang sedang cuti Koas, boleh dong saya menoreh ilmu dari luar dunia perkoasan yang saya geluti. Memang tidak jauh dari dunia kesehatan dan psikologis yang memang sebagian ada saya pelajari.

Jujur saja, sebagai Dokter Muda (Koas) di rumahsakit yang ada di Pekanbaru, beberapa kasus pelecehan seksual pada anak ini memang kerap saya temui, baik terjadi karena paksaan ataupun kemauan sendiri. Ini bukan hanya cerita dongeng yang kerap saya dengarkan dibeberapa seminar, its real. Pasiennya pun berada tepat didepan saya dan berkeluh kesah mengutarakan ketakutannya. Jadi inilah pahit dan dilemanya dunia.

Sedikit saya akan mengulas mengenai point – point yang saya ambil dari materi kelas yang luar biasa ini:

  • Pelecehan seksual ini didefinisikan : Meraba – raba anggota tubuh dengan mencari kenikmatan sendiri, Seks Oral sampai dengan melakukan Hubungan Seksual
  • Pelaku dapat merupakan orang yang dikenal maupun tidak dikenal dengan metode pembujukkan/ rayuan dan pemaksaan
  • Efek Jangka Pendek : Korban tersebut akan cenderung Regresif, menarik diri dari masyarakat
  • Efek Jangka Panjang : Korban tersebut akan cenderung depresif.
  • Angka kesembuhan tergantung pada usia, durasi, frekuensi, self-esteem korban, “tindakan pelecehannya”
  • Sebagai orang taua, What should we do??
  1. Tanamkan pada anak secara dini bagaimana dia dapat melindungi dirinya sendiri dari orang lain
  2. Tanamkan pemahaman dasar sejak dini mengenai kehidupan sehari – harinya contohnya cara mandi, cara berpakaian
  3. Jangan tanamkan pada anak untuk memeluk atau mencium orang lain dengan gampang
  4. Tingkatkan hubungan kualitas ibu dan anak untuk membangun komunikasi yang baik
  5. Lebih bijaksana dalam memberikan buah hati internet ataupun gadgets. Alangkah lebih baiknya jangan memanjakan anak dengan gadgets apalagi membiarkan sourfing google sepuasnya. Batasi dan Awasi penggunaannya. Alangkah baiknya untuk memberikan anak handphone saat umur 14 tahun dengan menerapkan pemahaman pada anak sesuai dengan umurnya.
  6. Mulai awasi semua kegiatan anak masih dalam batasnya dan bangun kebersamaan keluarga dengan melakukan diskusi – diskusi ringan.
  7. Tanamkan pada anak – anak dengan nilai moral dan agama sejak dini.
  8. Ajarkan sex education pada anak

Sex Education yang dapat diberikan pada anak dapat dimulai dengan mengajarkan materi pendidikan seks yang simpel namun penting untuk diketahui oleh anak yang balig. Lebih baik untuk anak tahu dibanding anak mencari tahu sendiri dengan tingkat keingintahuannya yang tinggi.

44
Aida Malikha, S.Psi (KPAID Siak)

Image

555

Buat para Blog Lovers yang setia, Saya mengadakan Give Away mengenai Sex Education Pada Anak (what about your sex education for your children?) Silahkan di Cek disini yah.

Note : 

Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh, sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu. (Plato) 

 

Advertisements

2 thoughts on “Sexual Child Abuse Class

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s